Diam-diam kita bertemu di malam ini..
Tanpa seorang pun yang berkata, oh tidak..
Diam-diam kita ke tempat tidur ini..
Apa yang akan kita lakukan di sini?
Ah, dengan sinar rembulan..
Begitu mencurigakan..
Ah, awan melayang-layang..
Aku memanggilmu..
Datanglah kemari..
Apa yang akan kamu katakan?
Si gadis dari kebun bunga..
Apa yang tersembunyi adalah rasa madu..
Hei..
Hei..
Janji yang begitu nakal..
Aku gemetaran..
Berdebar-debar..
Begitukah?
Ya begitulah..
Permainan yang berbahaya..
Tiba-tiba kita pun saling memandang..
Mengapa?
Mengapa?
Kita masih terdiam..
Kuberikan..
Tangan ini..
Kemudian berbaring..
Kita berdua..
Benang sari, putik dan kupu-kupu malam..
Rahasia ini rasanya bukan sepertiku..
Ibu akan merasa sangat tidak senang..
Rahasia ini bukankah tidak berarti?
Untuk sekarang, mari bersenang-senang..
Ah, aku tak pernah melihat..
Bunga-bunga itu..
Ah, manis-pahitnya..
Adalah keharuman..
Tanpa mengganggu apa pun..
Akan kuperlihatkan padamu..
Gadis dari kebun bunga..
Cinta itu selalu tidak bermoral..
Hei..
Hei..
Jangan dengan bibir itu..
Mendekatlah..
Apa boleh?
Tidak, tidak..
Lucunya..
Kita melewati batas garisnya..
KIta pun saling jatuh cinta..
Sudahlah..
Sudahlah..
Aku kehabisan nafas..
Begitu panas..
Naluri ini..
Begitu menyeramkan..
Kuberikan kepadamu..
Benang sari, putik dan kupu-kupu malam..
"Jika seseorang melihat, apa yang akan kita lakukan?"
"Apakah kita perlihatkan saja?"
"..apakah kamu mencintaiku?"
"Hehe, entahlah.."
"Hei, apakah kamu mencintaiku?"
"Datanglah kemari"
"Tuan putri!"
"Ya, ya, anak baik"
Apa yang tersembunyi adalah rasa madu..
Hei..
Hei..
Janji yang begitu nakal..
Aku gemetaran..
Berdebar-debar..
Begitukah?
Ya begitulah..
Permainan yang berbahaya..
Tiba-tiba kita pun saling memandang..
Mengapa?
Mengapa?
Kita masih terdiam..
Kuberikan..
Tangan ini..
Kemudian berbaring..
Kita berdua..
Benang sari, putik dan kupu-kupu malam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar